Tuesday, April 02, 2013

Kebiasaan Buruk Dapat Merusak Hubungan



Memencet tabung kemasan pasta gigi dari tengah, atau lupa menyiram toilet hanya merupakan contoh kecil dari berbagai kebiasaan buruk yang dapat memicu pertengkaran pada pasangan.

bad habit
Kebiasaan buruk dapat memicu perselisihan.
Selain itu masih ada berbagai macam kebiasaan buruk lain yang jika dibiarkan akan dapat memicu pertengkaran yang lebih besar, seperti sering tidak menepati janji, suami tidak mau berbagi tugas rumahtangga, meninggalkan bekas atau barang dalam keadaan berantakan, tiba-tiba memindahkan channel TV yang sedang disaksikan, mengkritik di depan orang lain, lebih suka menyibukkan diri dibandingkan dengan meluangkan waktu untuk pasangan, istri yang terlalu lama berdandan, memilih pakaian yang salah, dan lain-lain. 

Rasa kesal terhadap kebiasaan buruk pasangan biasanya muncul setelah melewati tahap bulan madu pada awal masa hubungan, saat hubungan antara kedua belah pihak menjadi semakin dekat, seiring dengan meningkatnya keterlibatan antara pihak yang satu dengan yang lainnya. Meskipun demikian, ada juga orang yang bisa menerima seluruh kebiasaan pasangannya, sehingga kebiasaan tersebut tidak menimbulkan akibat yang fatal bagi hubungan mereka, dan berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda coba.
·          

  • Atasi inti permasalahannya. Jika merasa diabaikan oleh pasangan, jelaskan apa yang Anda rasakan kepadanya, dan bukan justru mempersalahkannya karena meletakkan pakaian di mana-mana.

  • Bicarakan dengan lembut. Tidak ada gunanya marah-marah atau berteriak-teriak. Yang Anda lakukan hanya akan membuat pasangan menjadi kesal atau tidak suka kepada Anda.
  • Selesaikan satu per satu, secara bertahap. Tidak ada kebiasaan yang dapat diubah secara drastis atau dalam seketika. Jadi, berikan kesempatan kepadanya untuk mengubah kebiasaan lama dan bantu dia dalam berusaha menyesuaikan diri dengan kebiasaan barunya.

  • Saling memberi dan menerima. Mungkin saja Anda juga memiliki kebiasaan buruk yang membuatnya merasa kesal. Jika Anda tidak menyukai kebiasaan buruk pasangan dan meminta kepadanya untuk mengubah kebiasaan tersebut, berarti Anda juga perlu mengubah kebiasaan buruk Anda.

  • Pasti bisa. Jika ada kebiasaan Anda yang membuat pasangan merasa kesal, cobalah untuk memahami hal yang tidak disukai oleh pasangan, kemudian berusahalah untuk mengubahnya, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat diubah dengan mudah.

  • Hargai usahanya. Berikan pujian atau bentuk penghargaan lain jika pasangan sudah berusaha untuk mengubah kebiasaan buruknya.

  • Jika kumat lagi…. Jika pasangan kembali mengulang kebiasaan buruknya, bicarakan masalah tersebut dengan tenang, agar Anda dan pasangan dapat menemukan cara lain yang lebih efektif untuk mengatasinya.
  • Cobalah untuk mengerti. Seseorang yang sudah terbiasa hidup sendiri dalam jangka waktu yang lama, dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan kebiasaannya, wajar jika dia merasa kesulitan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Pertimbangkan hal tersebut dan jangan biarkan hal-hal kecil merusak keindahan hubungan yang Anda jalin bersamanya.

  • Obsesi yang berlebihan. Jika Anda atau pasangan menjadi terlalu terobsesi pada sikap atau kebiasaan tertentu, mungkin saja ada masalah yang erat hubungannya dengan emosi yang perlu diselesaikan dan membutuhkan bantuan dari kalangan profesional untuk membantu Anda berdua dalam mengatasinya.

Memang, ada tipe orang yang bersedia menerima pasangannya apa adanya dengan segala bentuk kelebihan dan kekurangannya, tapi ada juga orang yang tidak bisa menerima kebiasaan buruk pasangannya. Seberapa besarnya kemampuan Anda dalam menghadapi kebiasaan buruk pasangan dapat dilihat dari sikap dan cara yang Anda gunakan untuk menghadapinya.

Monday, April 01, 2013

Bagaimana Jika Dia Hanya Mau SMSan Saja?


Jika dia hanya berkomunikasi dengan Anda melalui SMS saja, tanpa pernah bertemu muka, maka jangan pernah menganggap komunikasi yang Anda lakukan dengannya sebagai sebuah bentuk hubungan.

SMS, Text
Dia hanya mau SMSan saja?
Dia bisa saja menyampaikan hal-hal yang menyenangkan, atau memberikan janji yang indah, tapi dia hanya menyampaikannya melalui SMS, tanpa pernah menelepon, apalagi bertemu.  Jika demikian, Anda tidak bisa beranggapan bahwa Anda sedang terlibat dalam sebuah hubungan dengannya, sehingga Anda sama sekali tidak berhak atas dirinya. Kenyataan bahwa dia hanya mau berkomunikasi dengan Anda melalui SMS menunjukkan bahwa dia tidak cukup serius dalam berusaha untuk berkomunikasi dengan Anda, apalagi menjalin hubungan. Jika hal tersebut terjadi, apa yang bisa Anda lakukan?

Kurangi Jumlah SMS
Jika dia hanya mau berkomunikasi melalui SMS, Anda bisa saja memancingnya agar tidak hanya sekadar mengirimkan SMS. Misalnya dengan mengusahakan agar Anda mengirimkan SMS yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan SMS yang dikirimkannya. Cara ini membuat Anda tetap dapat membalas SMSnya, tapi untuk mendapatkan respon dari Anda, dia harus berusaha lebih keras dalam mengirimkan SMSnya kepada Anda.

Kurangi Frekuensi SMS
Jika selama ini Anda selalu membalas SMSnya dengan segera, sekarang cobalah untuk menunda SMS balasan yang Anda kirimkan kepadanya. Jika dia merasa sudah tidak sabar untuk mendapatkan SMS dari Anda, dia pasti akan berusaha untuk menggunakan cara yang lain, seperti menelepon atau bahkan menemui Anda. 

Jangan Menyusun Rencana Melalui SMS
Cara lain untuk memancingnya agar mau berkomunikasi secara langsung dengan Anda adalah dengan mengusahakan agar Anda tidak hanya sekadar melakukannya melalui SMS. Jawab saja SMSnya dengan tidak tahu, atau minta kepadanya untuk menelepon Anda untuk memastikannya. 

Abaikan SMSnya
Jika merasa bahwa Anda sudah terlalu lama tidak membalas SMS Anda, dia pasti akan berusaha untuk menghubungi Anda. Meskipun demikian, berhati-hatilah saat menggunakan cara ini, karena dia bisa saja berbalik membalas dengan cara yang sama. Selain itu, cara ini juga bisa memicu terjadinya pertengkaran. Jadi jangan terlalu sering dilakukan. 

Katakan Secara Langsung
Cara terbaik dan dapat disebut sebagai cara yang paling efektif adalah dengan mengatakannya secara langsung, bahwa Anda menginginkan agar dia lebih sering menelepon atau bahkan menemui Anda, dan bukan hanya sekadar mengirimkan SMS saja. Jika tidak menginginkan hubungan yang serius, dia pasti marah, atau bahkan menjauh jika Anda menerapkan cara ini. 

Tiru Apa Yang Dilakukannya
Ikuti saja apa yang dilakukannya, jika Anda memang menginginkannya. Misalnya, jika dia hanya mau berkomunikasi melalui SMS, tanpa berusaha untuk mengembangkannya melalui telepon atau bahkan dengan bertatap muka, berarti Anda juga tidak perlu menanggapinya terlalu serius. Tetaplah memperluas pergaulan, atau bahkan menjalin hubungan dengan pria lain yang menunjukkan usaha yang lebih serius dalam menjalin hubungan dengan Anda, karena Anda tidak perlu membuang-buang waktu untuk menanggapi pria yang hanya ingin mempermainkan Anda.